Apa sih HTML itu? HTML alau Hyper Text Markup Language adalah sebuah bahasa pemrograman yang
dapat digunakan untuk membuat website atau informasi lainya yang bisa
ditampilkan di web browser.
HTML ditulis dalam element HTML
yang di tulis dalam bentuk berpasangan, satu sebagai pembuka dan satunya
sebagai penutup. Penulisan HTML yang benar adalah dengan menggunakan kurung
lancip, misalnya <html>........</html>, pada script ini yang
menjadi pembuka adalah <html> dan penutupnya </html>. Untuk penutupnya
selalu diawali tanda / (garis miring) setelah kurung buka , namun tidak semua
element HTML di tulis berpasangan . Ada juga yang berdiri sendiri, misalnya
<img>. Diantara tag pembuka dan penutup kita bisa menyisipkan teks, tag
lebih lanjud, komentar, dan konten lainya berbasis teks.
Tujuan dari web browser adalah
untuk menampilkan sebuah HTML. Web browser akan menampilkan hasil dari tafsiran
sebuah HTML, bukan menampilkan tag HTML. Elemen HTML membentuk blok
bangunan dari sebuah situs web. HTML memungkinkan adanya pengolahan gambar dan
objek sehingga dapat digunakan untuk membuat bentuk-bentuk interaktif.
Sejarah Website
Penemu website adalah Sir Timothy John “Tim” Berners-Lee, sedangkan
website yang tersambung dengan jaringan, pertamakali muncul pada tahun 1991. Maksud
dari
Tim ketika membuat website adalah untuk mempermudah tukar menukar dan memperbarui informasi
kepada sesama peneliti
di tempat dia bekerja. Situ
web
pertama on-line pada 1991. Pada
30 April 1993 CERN mempublikasikan bahwa Web dapat digunakan oleh orang di seluruh dunia dengan gratis. Sebuah website sendiri ditulis dengan menggunakan bahasa yang disebut HTML
(Hyper Text Markup
Language) yang selalu bisa
diakses melalui protokol yang menyampaikna informasi
dari
web server ke web browser.Sebuah website dibuat didalam sebuah sistem komputer yang dikenal dengan server web, juga disebut HTTP Server, dan pengertian
ini
juga bisa menunjuk pada software yang dipakai untuk menjalankan sistem ini, yang kemudian menerima
lalu
mengirimkan
halaman-halaman yang diperlukan
untuk merespon permintaan dari pengguna.
Perkembangan Web
Awal mula perkembangan internet ( WEB 1.0 ) 1990 – 2000 :
Adalah generasi pertama dari
website di internet. Web 1.0 merupakan
teknologi
awal dari sebuah website, teknologi ini
masih statis dimana antara pembuat website dan
penikmat website hanya terjadi komunikasi 1 arah
dimana
pembuat sebagai pemberi informasi dan penikmat hanya sebagai pembaca, ya
layaknya
seperti membaca Koran atau
majalah, bedanya
kegiatan membaca lewat computer, aktifitas ini hanya sebatas searching. Halaman pada web ini masih terkesan “biasa”, bahasa yang digunakan juga
masih bahasa HTML saja. World wide web pertama kali menemukan bentuknya di November 1990. Hingga tahun 1993,
jaringan internet berkembang demikian pesatnya. Layanan yang
internet kala itu masih
berkisar diantara
static website yang
saling dihubungkan dengan hyperlink. Umumnya website berformat “brosur online” website yang
menyampaikan
informasi satu arah umumnya
berbentuk profile, portal
berita, toko online, layanan email, dan lainnya. Web kala itu dihuni oleh website-website yang di desain menggunakan tabel dan flash. Contohnya
adalah DotCom Bubble
Burst,
atau DotCom
Crash,
atau DotCOm Doom. Tahun 1998, Google
berdiri dan internet menjadi semakin mudah untuk dijamah. di kala itu potensi website dengan format portal berita dan toko
online (seperti amazon.com) di lirik besar-besaran
oleh investor
di UnitedStates(AmerikaSerikat), dana jutaan dollar
diinvestasikan untuk masuk ke bidang online, tetapisayangnya tidak semua website dengan modal jutaan
dollar dapat menghasilkan. Pada
pertengahan 2000,
gelembungan dana
(bubble) yang masuk ke internet pecah (burst) juga. Dana yang masuk tidak berputar kembali menjadi keuntungan.
Ciri-ciri web 1.0 :
a. Halaman statis, bukan dinamis pengguna-konten
yang dihasilkan.
b. Penggunaan
framesets.
c. Milik HTML ekstensi seperti
dan
tag diperkenalkan pada awal perang
browser.
d. Online guestbook.
e. GIF tombol,
biasanya 88×31 piksel dalam ukuran web browser dan
mempromosikan
produk
lain.
f. Pengguna akan mengisi
formulir,
dan setelah mereka mengklik
mengirimkan email klien akan mencoba
untuk mengirim
email yang berisi
formulir rincian.
Perkembangan web priode kedua (WEB 2.0) 2001 – 2010 :
Era pengembangan web kedua (Web 2.0) di mana pengunjung mulai dapat
melakukan interaksi
dengan diatur oleh sistem yang ada pada web. Web 2.0 sendiri merupakan sebuah istilah yang pertama
kali dicetuskan pada tahun 2003 oleh O’Reilly
Media, dan dipopulerkan pada konferensi web 2.0 pertama di tahun 2004.Berbagai inovasi
dan
fitur-fitur
baru
yang muncul
di
dunia web membawa suatu pandangan baru tentang jenis situs web atau aplikasi web yang disebut web 2.0. Istilah web 2.0 disebut-sebut oleh Dale Dougherty dari O’Reilly Media
yang
melakukan
brainstorming dengan Craig
Cline
dari Media Live
untuk menghasilkan ide konferensi di mana mereka menjadi host. Akhirnya pada bukan
Oktober 2004 O’Reilly Media, Battele dan MediaLive mlakukan konferensi web 2.0 pertama dan kedua pada bulan Oktober 2005. Sebelum muncul istilah web 2.0 yang sering digunakan adalah istilah semantic web. Web 2.0 mempunyai
keuntungan yaitu memungkinkan pengguna
internet dapat
melihat konten suatu
website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan. Kemampuan Web 2.0 juga dalam melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat, dan voice seperti layaknya aplikasi desktop,
bahkan berlaku seperti sistem
operasi, dengan menggunakan dukungan AJAX atau berbagai plug-in (API) yang
ada
di
internet. Hal
tersebut
akan merubah
paradigma pengembang sofware dari distribusi produk menjadi distribusi layanan.Sifat dari web
2.0 adalah read write. Web 2.0 mempunyai kelebihan dimana interaksi sosial di dunia maya sudah menjadi kebutuhan, sehingga era
Web
2.0 ini memiliki beberapa ciri mencolok yaitu share, collaborate dan
exploit. Di era Web 2.0 sekarang,
penggunaan web untuk
berbagi, pertemanan, kolaborasi menjadi sesuatu yang penting. Web 2.0 hadir seiring maraknya pengguna blog, Friendster, Myspace,
Youtube dan Fickr [2]. Banyak perusahaan
online
tumbang
di
masa DotCom
Bubble burst,
namun banyak juga yang bertahan. Google, Yahoo, Amazon dan eBay
adalah beberapa diantaranya. Kehancuran selalu menyisakan pemain berkualitas yang bertahan. Dari
keruntuhan
DotCom Bubble burst
tersebut,
wajah world wide web perlahan
mulai berubah. Di tahun 2001, wikipedia di luncurkan. Apple mendirikan iTunes. Di tahun 2002, friendster di luncurkan. Perlahan, world wide web mulai di huni oleh website – website dengan karakteristik
yang berbeda dengan website – website yang eksis
sebelum dotcom bubble burst. Website website tersebut memiliki satu ciri mencolok bernama partisipasi sehingga pada tahun 2003, istilah web 2.0 muncul.Istilah web 2.0 tidak mengklasifikasikan world
wide web berdasarkan teknologinya, namun berdasarkan karakter website tersetbut.Pada garis
besarnya, web 2.0 berbicara mengenai partisipasi. hubungan komunikasi many- to-many. Jika pada era web 1.0 (era sebelum
web 2.0, dari 1990 hingga 2001) pengguna internet
dengan mudah membrowse internet, namun pengadaan konten di internet masih ‘dikuasai’ oleh para geek yang menguasai bahasa HTML
untuk membuat halaman web. Komunikasi yang terjadi pun hanya satu arah dari
pemilik website ke pengunjungnya. Pada era web 2.0,
pengadaan konten di internet tidak lagi dikuasai oleh geek. Website – website yang digolongkan ke dalam kategori web 2.0 yaitu memfasilitasi pengguna internet biasa untuk
menuliskan konten mereka sendiri. Website sharing foto seperti flickr, blog
service seperti wordpress.com,
blogger.com, video sharing seperti YouTube, dan lain sebagainaya.Sehingga
komunikasi pun terjadi
secara dua
arah, dimana pengunjung web juga bisa memberikan
informasi.
Ciri-ciri web 2.0 :
a. Web sebagai platform.
b. Web menyediakan suatu wadah pengetahuan.
c. Aplikasi web ini akan terupdate secara terus menerus.
d.
Model pemrogramannya ringan.
Perkembangan web priode ketiga
(WEB
3.0) 2005 – Sekarang :
Lambat laun kebiasaan dan kebutuhan orang di dunia maya selalu berubah dan
bertambah.
Hal ini juga sejalan dengan semakin cepatnya akses
internet
broadband dan teknologi komputer yang semakin canggih. Jika pada
telekomunikasi
sudah mulai terdengar
isu era 4G, begitu juga
yang
terjadi
pada
dunia website yang juga
memunculkan isu akan segera hadirnya era baru yaitu Web 3.0. Teknologi web generasi ketiga ini merupakan perkembangan lebih maju dari Web 2.0 dimana disini web seolah-olah sudah seperti kehidupan di alam nyata. Web 3.0 memiliki ciri-ciri umum seperti suggest, happen dan provide.Jadi,
disini web seolah-olah sudah seperti asisten pribadi kita. Dengan menggunakan
teknologi 3D animasi,
kita bisa membuat profil avatar yang sesuai
dengan karakter, kemudian melakukan aktivitas di dunia maya seperti layaknya di dunia
nyata. Kita bisa
berjalan-jalan,
pergi ke mall, bercakap-cakap dengan teman yang lain.
Ya,
Web 3.0 adalah dunia virtual kita. Web 3.0 adalah generasi ketiga dari layanan internet berbasis web. Konsep Web 3.0 pertama kali diperkenalkan pada tahun 2001, saat Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web, menulis sebuah artikel ilmiah yang menggambarkan
Web
3.0 sebagai sebuah sarana bagi mesin untuk membaca halaman-halaman Web. Hal
ini
berarti bahwa mesin akan memiliki kemampuan membaca Web sama
seperti yang manusia dapat lakukan sekarang ini.Web 3.0 berhubungan dengan konsep
Web
Semantik, yang memungkinkan isi web dinikmati tidak hanya dalam
bahasa
asli pengguna, tapi juga
dalam bentuk format yang bisa diakses oleh agen-agen software. Beberapa ahli bahkan menamai Web 3.0 sebagai Web Semantik itu
sendiri. Keunikan dari Web 3.0 adalah konsep dimana manusia dapat berkomunikasi dengan mesin pencari. Kita bisa
meminta Web untuk mencari
suatu data spesifik
tanpa bersusah-susah mencari satu per satu dalam situs-situs Web. Web 3.0 juga mampu menyediakan keterangan-keterangan yang
relevan tentang informasi yang ingin kita cari, bahkan
tanpa kita minta.
Web 3.0 terdiri dari :
a. Web semantik
b.
Format
mikro
c. Pencarian dalam bahasa pengguna
d. Penyimpanan
data dalam jumlah besar
e. Pembelajaran
lewat mesin
f. Agen rekomendasi, yang merujuk pada kecerdasan buatan Web
Web 3.0 menawarkan metode yang efisien
dalam membantu komputer
mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari
data online. Web 3.0 juga memungkinkan fitur Web menjadi sebuah sarana penyimpanan data dengan
kapasitas yang luar
biasa besar. Walaupun masih belum sepenuhnya direalisasikan, Web 3.0 telah memiliki beberapa
standar operasional
untuk bisa menjalankan fungsinya dalam menampung
metadata, misalnya Resource Description Framework
(RDF) dan the Web Ontology Language (OWL). Konsep Web Semantik metadata juga telah dijalankan pada Yahoo’s Food Site, Spivack’s Radar Networks, dan sebuah development platform, Jena, di Hewlett-Packard.
0 komentar:
Posting Komentar